Ini mi Salam Jurnalis dari Tenri Palallo di Tengah Wabah Corona

Makassar – Tenri A Palallo, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Makassar, Jumat, 27/3/20,  menorehkan catatan di akun facebooknya. 

Tenri mengisyaratkan tentang diri, keluarga dan para Jurnalis yang sedang berburu berita tentang pandemi Covid-19, agar tetap berjaga-jaga agar jangan pernah terjangkit virus corona, betapapun mereka sedang mengejar korban-korban Covid-19. 

Tenri memang memikirkan bagaimana Jurnalis itu berjuang mendapatkan  berita, sebab Tenri sendiri masih menyandang predikat wartawan. Dia Wartawan senior Harian Fajar.

Berikut ini curhatan Tenri A Palallo di akun facebooknya, yang Redaksi kemudian memberinya judul : Ini mi Salam Jurnalis dari Tenri Palallo : 

Bukan lockdown yang menarik, tapi bagaimana kita semua kembali ke rumah. Memastikan di dalam rumah semua aman dan keluar rumah hanya sebatas untuk keperluan membeli kebutuhan makan dan minum. Tidak menimbun bahan makanan.

Pengalaman saya dalam seminggu ini, ada khusus orang  yang ditugasi dengan menaati protokol keluar rumah. Mereka pakai masker, menggunakan pembersih tangan, dan menyemprot sterilisasi usai bepergian.

Mereka kemudian langsung masuk kamar mandi seluruh batangkale dicuci. Motor disterilisasi dengan disinfektan. 

Saya pun berharap anak-anakku Jurnalis juga baiknya demikian, menjaga jarak dan memastikan imun menguat setiap hari. Polisi imunnya bisa berkelahi dengan la korona.  Saya merindukan tulisan tentang orang yang sembuh dan lain-lain, agar membangkitkan semangat hidup dan memberi harapan. 

Apa yang diusahakan hari ini adalah bagian dari upaya tidak menyerahkan nyawa dengan sia-sia alias bunuh diri,  karena tidak berikhtiar. 

Berusaha untuk mengikuti protokol penyelamatan jiwa berdasarkan informasi dari yang ahli-ahli.  Saya bukan ahli agama, saya juga bukan dokter, saat ini saya meminta kepada tim DPPPA untuk kembali kerja di rumah ; petugas piket di  PPTPPA tentu berharap tidak ada korban kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Pekan lalu ada tiga korban anak didapat membawa busur PPA pelabuhan dan anak perempuan, terikut penggelapan.  Saya yakin tidak ada juga orang tua meminta rekomendasi untuk menikahkan anak. 

Bekerja dari rumah, dimaknai cara Allah SWT mengembalikan keluarga Indonesia ke rumahnya, melihat dapur, ruang tamu, dan anak-anak yang lucu, serta menatap wajah suami kita yang sebelumnya kita bertemu sebelum magrib — kalau sempat— dan berpisah usai shalat subuh. 

La korona media Allah SWT untuk mengembalikan kita kepada sesungguhnya hidup itu kesendirian, maka perbanyak kebaikan agar kesendirian itu berteman. 

Pastikan diri kita, suami, anak-anak, tetangga, keluarga dan tim kantor tetap berada di dalam rumah. Rakyat kembali ke rumah, pemerintah menjaga wilayah. Ingat tentang thauf di zaman Rasulullah. 

Mari memberitakan semangat, memberitakan perjuangan melawan nafsu keluar rumah. Menjadikan rumahku Sorgaku. Mari mengirim alfatiha kepada mereka yang berniat baik dan buruk untuk keselamatan Makassar. Semoga bapak  Pj Walikota Iqbal Suhaeb dan tim lapangan Pemkot (para medis, dan tim gugus tugas) sehat uatuk melayani saudara kita. 

Salam Jurnalis, salam candu 

Jaga jarak Ki kallolloccu dan ana’ daraccu.

 (Tenri A Palallo)

Sumber :  https://bugispos.com/2020/03/28/ini-mi-salam-jurnalis-dari-tenri-palallo-di-tengah-wabah-corona/